Rabu, 31 Desember 2014

Virus DNA dan Virus RNA



Virus DNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai ganda berpilin. Di dalam sel inangnya, DNA pada virus akan mengalami replikasi menjadi beberapa DNA dan juga akan mengalami transkripsi menjadi mRNA. mRNA akan mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus. Masih di dalam sel inang, DNA dan protein virus mengkonstruksikan diri menjadi virus – virus baru. mRNA juga akan membentuk enzim penghancur (Lisozim) sehingga sel inang lisis (hancur) dan virus – virus keluar untuk menginfeksi sel inang lainnya.
Contoh Virus ini :
1. Papiloma : menyerang kulit dan menyebabkan kutil
2. Poliloma
3. Parvovirus B19
4. Adenovirus : menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas, konjungtivitis, dan infeksi lain pada manusia.
5. Herpes simpleks I (luka di sekeliling mulut)
6. Herpes simpleks II (perlukaan genital)
7. Varicella zoster (cacar air)
8. Virus Epstein-Barr
9. Cytomegalovirus
10. Vaccinia
11. Roseola
12. Cacar sapi
13. Cacar
14. Bakteriofag : sel bakteri pecah
15. Hepatitis B virus
16. Smallpox virus
17. Transfusion Transmitted Virus
18. JC virus (progressive multifocal leukoencephalopathy)
19. Anellovirus
20. Salterprovirus
Virus RNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai tunggal atau ganda tidak berpilin. Di dalam sel inangnya, RNA pada virus akan mengalami transkripsi balik menjadi Hibrid RNA-DNA dan akhirnya membentuk DNA. Selanjutnya DNA virus akan masuk ke inti sel inangnya, menyisip ke dalam DNA inangnya. DNA virus akan merusak DNA inangnya dan membentuk mRNA. mRNA akan mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus untuk menbentuk virus – virus baru.
Contoh Virus ini :
1. HIV AIDS : menyerang system kekebalan tubuh (sel darah putih)
2. Influenza : virus Myxovirus
3. Virus Hepatitis E
4. Poliovirus : menyerang system gerak (kaki mengecil
5. Paramyxovirus Paramyxovirus : gondong (infeksi kelenjar ludah )
6. Virus enterik
7. Virus rubella : penyebab campak
8. Virus demam kuning
9. Virus ensefalitis
10. Virus tumor RNA
11. DHF (demam berdarah) :togavirus
12. Rabies : anjing gila
13. Campak
14. Rhinovirus (demam dan pilek)
15. Reovirus (diare)
16. Gondong
17. Rotavirus
18. Enterovirus
19. Hepatovirus
20. Virus ebola : menyerang hati,sel darah putih, menyebabakan kematian, penderita mengalami pendarahan
21.TMV(Tobacco Mozaic Virus) : menyerang daun tembakau

Kamis, 23 Oktober 2014

Klasifikasi Mikroorganisme (Bakteri)




Klasifikasi Mikroorganisme (Bakteri)
Ciri-ciri bakteri
·         mikroorganisme uniseluler prokariotik
·         Organisme uniselluler
·         Umumnya tidak memiliki klorofil
·         ukuran tubuh rata-rata 1 s/d 5 mikron
·         Hidup bebas atau parasit
·         hidupnya kosmopolit
·         Soliter
·         Dinding sel tersusun dari senyawa hemiselulosa(C22H56O76), peptidoglikan
·         Pigmen pada alga hijau biru : Crizopyta dan betakaroten(merah)
·         Perkembangbiakan dengan spora dan membelah diri
·         Tempat hidup : metanogenik, halogenik, asidofil, thermofil
Berikut ini akan diutarakan ciri-ciri pengenal yang utama untuk setiap kelompok bakteri sebagaimana diatur dalam Berge’s Manual.

Kelompok 1. Bakteri fototrofik
Bakteri fototrofik ialah organisme yang berbeda secara morfologis dan semuanya mengandung pigmen seperti klorofil, yakni bakterioklorofil. Jasad renik ini melakukan fotosintesis. Pada bakteri, donor elektronnya bukan air. Mereka lebih banyak terdapat di lingkungan akuatik. Bentuk sel bulat, batang, vibrio, atau spiral. Perkembangan dengan pembelahan biner. Bergerak dengan flagela atau nonmotil. Fotosintetik, proses terjadi dalam keadaan anaerobiotik, dan tidak terbentuk oksigen. Bakterioklorofil, suatu pigmen fotosintetik, terdapat dalam semua sel. Berpigmen ungu-lembayung, ungu, merah, coklat-jingga, hijau.

Kelompok 2. Bakteri luncur
Kelompok ini diwakili oleh beberapa tipe morfologi yang tidak umum. Satu macam, Myxobacteriales, juga dinamakan miksobakter, menghasilkan apa yang disebut tubuh buah (struktur yang membentuk spora) terdiri dari lendir dan sel. Tubuh buah ini seringkali berwarna cerah dan dapat tumbuh sampai mencapai dimensi makroskopik. Sel-sel individu dapat meluncur pada permukaan padat tetapi tidak mempunyai flagela. Mekanisme yang menghasilkan gerak ini belum diketahui. Bentuk sel batang, bola, atau filamen. Gram negatif. Motil karena gerak luncur perlahan pada permukaan ; tak ada organel lokomotor. Sel-sel dapat terbenam dalam lendir. Beberapa membentuk tubuh buah. Habitat tanah, bahan tumbuhan membusuk, lingkungan akuatik.

Kelompok 3. Bakteri berselongsong
Kelompok in bercirikan sel-sel berbentuk batang yang dikelilingi selongsong, sehingga sel-sel individu tampaknya terkemas dalam tabung. Bahan yang menjadi selongsong itu berbeda-beda diantara spesies. Bakteri ini terdapat dalam air, limbah, dan air buangan industri. Sebagaimana bakteri hancur, banyak yang belum diketahui tentang organisme ini. Ciri-cirinya sel terbungkus dalam selongsong yang terbuat dari deposit senyawa-senyawa besi dan mangan yang tak larut. Bentuk sel batang atau seperti filamen. Motil karena flagela atau nonmotil. Beberapa membentuk pelekap (dasar penghisap) yang dipergunakan untuk menempelkan diri pada permukaan. Gram negatif. Habitat lingkungan akuatik, lumpur.

Kelompok 4. Bakteri kuncup dan atau bakteri berapendiks
Bakteri dalam kelompok ini mempunyai beberapa ciri struktur yang khas. Beberapa membentuk tonjolan berbentuk filamen yang disebut prosteka dari tubuh selnya. Perbanyakan dengan tunas (kuncup) terjadi pada ujung-ujung beberapa prosteka. Bakteri lain dalam kelompok ini membentuk pelekap. Struktur ini muncul pada satu ujung sel dan terdiri dari bahan dinding sel dan membran dengan bahan adhesif pada ujungnya. Alat ini memungkinkan bakteri ini melengketkan dirinya pada permukaan. Ciri-cirinya sel dengan prosteka atau pelekap. Perbanyakan dengan berkuncup dan membelah. Beberapa spesies motil karena flagela kutub, spesies lain nonmotil. Bentuk sel bola, oval, ginjal, batang dengan ujung meruncing ; beberapa menunjukan pertumbuhan seperti hifa (filamen). Habitat tanah, lingkungan akuatik.

Kelompok 5. Spiroket
Bakteri ini bercirikan sel-sel langsing, lentur, terpilin-pilin. Berbagai spesies mempunyai ukuran panjang yang berkisar antara 3 sampai 500 mikrometer. Dapat bergerak dengan berbagai cara. Beberapa adalah saprofit dan yang lain parasit. Penyebab penyakit sifilis. Treponema pillidium, termasuk kelompok ini. Treponema pallidium adalah parasit obligat yang hanya tumbuh pada jaringan hidup. Ciri-cirinya dinding sel lentur (tidak kaku). Morfologi sel langsing, terpilin (spiral) ; ukuran, berbentuk ujung dan derajat pilinnya merupakan ciri pembeda. Perbanyakan dengan pembelahan melintang. Motil karena rotasi cepat sepanjang sumbu panjang spiralnya ataupun karena lenturan sel-selnya ; gerak obeng. Banyak spesies gram negatif. Habitat tanah dan lingkungan akuatik ; setiap jaringan atau organ vaskular pada tubuh, termasuk daerah genital (alat kelamin) dan sistem saraf pusat pada manusia dan binatang lain. Patogenesitas beberapa spesies patogenik terhadap manusia dan binatang lain.

Kelompok 6. Bakteri spiral dan lengkung
Bakteri ini, sebagaimana spiroket, terpilin-pilin, tetapi tidak lentur melainkan kaku. Beberapa spesies, vibrio, mempunyai bentuk seperti koma. Beberapa hidup bebas dalam lingkungan akuatik. Yang lainnya saprofit atau parasit. Campylobacter fetus, satu spesies dalam kelompok ini, adalah penyebab keguguran pada hewan ternak atau hewan lain dan dapat pula menjangkiti manusia. Ciri-cirinya adalah dinding sel kaku, bentuk sel batang terpilin-pilin, beberapa dengan satu atau lebih putaran lengkap. Motil karena flagela. Gram negatif. Habitat lingkungan akuatik, organ-organ reproduktif, saluran pencernaan, dan rongga mulut hewan (termasuk manusia). Patogenesitas, beberapa spesies patogenik bagi binatang (termasuk manusia).

Kelompok 7. Batang dan kokus aerobik gram negatif
Kelompok ini terdiri dari banyak sekali bakteri yang serupa dalam morfologi dan dalam reaksi gram serta aerobik namun sangat berlainan dalam ciri-ciri metaboliknya. Dari segi morfologi, mereka dapat dianggap mewakili sel-bakteri yang khas ; yaitu sel-selnya tampak satu-satu dan berdimensi sekitar 0,5-1 x 1,5-4, 0 mikrometer. Karena banyak spesies dalam kelompok ini morfologinya demikian serupa, maka perlu digunakan sifat-sifat biokimiawi untuk pembendaannya.
Beberapa spesies bersifat patogenik. Secara Brucella menyebabkan keguguran pada hewan dan dapat juga menginfeksi manusia. Francisella tularensis, penyebab penyakit tularemia (demam kelinci) termasuk kelompok ini. Tularemia, terutama merupakan penyakit pada binatang pengerat (roden), dapat ditularkan pada manusia dari kelinci, msalnya jika darah kelinci masuk ke dalam luka iris atau luka gores. Ciri-ciri morfologi sel berbentuk batang, lonjong, bola, dimensi khas untuk bakteri, yaitu 0,5-1,0 mikrometer. Motil karena flagela atau nonmotil. Aerobik. Gram negatif. Ciri-ciri metabolik khusus pada berbagai spesies, beberapa dapat menambat nitrogen dari udara ; beberapa dapat mengoksidasi senyawa-senyawa berkarbon satu, misalnya metan atau metanol ; beberapa dapat menghancurkan berbagai macam senyawa. Habitat tanah dan lingkungan akuatik, air asin. Patogenesitas, beberapa spesies patogenik bagi manusia dan binatang lain.

Kelompok 8. Batang anaerobik fakultatif gram negatif
Banyak di antara bakteri yang sangat umum termasuk ke dalam kelompok yang secara fisiologis sangat berlainan ini. Karena banyak benar di antara spesies di dalam kelompok ini serupa morfologinya, maka perlu digunakan banyak sekali uji tambahan (biokimia, fisiologi, dan atau serologi) untuk mengidentifikasi spesies. Banyak skema uji laboratorium yang seteliti-telitinya secara khusus dikembangkan untuk mencirikan dan mengidentifikasi bakteri dalam kelompok ini.
Salah satu spesies bakteri yang diteliti secara teramat luas ialah Escherichia coli, anggota kelompok. Bakteri ini, karena merupakan penghuni normal dalam saluran pencernaan manusia dan hewan, maka digunakan secara luas sebagai indikator pencemaran.
Bakteri dalam kelompok ini juga mengakibatkan banyak infeksi pada saluran pencernaan makanan (enterik) manusia dan hewan, juga penyebab penyakit pada beberapa tanaman. Beberapa contoh ialah Shigella spp. yang menyebabkan disentri ; Salmonella spp. yang menyebabkan demam tifoid dan infeksi-infeksi enterik lainnya ; Yersinia pestis, yang menyebabkan pes ; dan Vibrio cholerae penyebab penyakit kolera. Spesies dari genus Erwinia menyebabkan banyak penyakit tumbuhan. Ciri-cirinya, morfologi sel batang pendek (0,5-1,0 x 1,0-3,0 nanometer), banyak sekali kesamaan morfologi pada sel-sel di antara taksa. Motil, sel-selnya peritrikus (yakni flagela secara merata tersebar di seluruh permukaan sel) atau nonmotil. Ciri-ciri biokimiawi banyak sekali terjadi perubahan pada substrat, dan keterangan ini memberikan cara-cara dasar untuk pembedaan dan identifikasi spesies. Anaerobik fakultatif. Gram negatif. Habitat lingkungan akuatik, tanah, makanan, air seni, tinja. Patogenesitas, banyak spesies patogenik bagi manusia dan hewan ; beberapa patogenik bagi tumbuhan.

Kelompok 9. Batang gram negatif anaerobik
Sel-sel bakteri dalam kelompok ini rupa-rupanya muncul dalam banyak bentuk (pleomorfik). Juga mereka itu anaerob obligat. Berbagai spesies diisolasi dari pelbagai sumber, misalnya rongga mulut manusia, saluran pencernaan makanan (mereka di sini predominan) dan tinja manusia serta hewan, rumen (ruang dalam perut) hewan ternak biri-biri, juga dalam jaringan terinfeksi. Bakteri-bakteri ini, sebagai kelompok, belum dicirikan secara terperinci seperti halnya kelompok-kelompok lain. Data biokimiawi yang luas mengenai suatu biakan diperlukan untuk mengidentifikasi spesies yang tergolong kelompok ini. Ciri-cirinya, morfologi bentuk batang, lurus atau lengkung, memperlihatkan banyak sekali pleomorfisme (adanya berbagai bentuk dalam spesies yang sama). Motilitas, sel-selnya peritrikus atau monotrikus (satu flagelum) ; beberapa spesies nonmotil. Ciri-ciri biokimiawi banyak sekali produk dihasilkan dari fermentasi gllukose. Anaerob obligat, beberapa spesies sangat peka terhadap oksigen bebas. Habitat rongga-rongga alamiah pada manusia dan hewan ; juga saluran pencernaan serangga. Patogenesitas, beberapa spesies patogenik bagi manusia dan hewan lain.

Kelompok 10. Kokobasilus dan kokus gram negatif
Kelompok ini relatif kecil, dengan dua spesies patogenik yang umum, yaitu Neisseria gonorrhoeae, penyebab penyakit gonorea, dan Neisseria meningitidis penyebab penyakit meningitis (radang selaput otak). Reaksi gram dan morfologi sel merupakan ciri-ciri penting untuk mengidentifikasi bakteri-bakteri ini. Sebagai contoh, jika preparat gram yang dibuat dari kotoran saluran kemih menampakkan diplokokus gram negatif, maka hal ini merupakan bukti yang baik adanya infeksi oleh gonokokus. Genus lain dalam kelompok ini, Moraxella, dikaitkan dengan infeksi mata. Beberapa spesies adalah saprofit dan yang lain parasit. Ciri-ciri morfologi sel, kokus, berpasangan (diplokokus) dan dalam masa ; beberapa kokobasili (batang-batang pendek), terdapat tunggal dan berpasangan. Nonmotil, gram negatif, aerobik. Ciri-ciri biokimiawi, kemampuan yang terbatas untuk merombak berbagai senyawa (karbohidrat, protein, dan sebagainya). Habitat, pada selaput lendir manusia dan hewan. Patogenesis, beberapa spesies patogenik untuk manusia, terutama Neisseria gonorrhoeae dan Neisseria meningitidis.

Kelompok 11. Kokus anaerobik gram negatif
Kelompok bakteri ini memperlihatkan banyak keragaman dalam hal ukuran. Diameter sel untuk berbagi spesies berkisar antara 0,3 sampai 2,5 mikrometer. Dianggap sebagai parasit pada manusia dan hewan, di situ terdapat dalam jumlah besar pada saluran-saluran pernafasan dan pencernaan makanan. Penetapan spesies di dalam kelompok ini terutama didasarkan pada ciri-ciri biokimiawi biakan. Bakteri-bakteri ini tidak dianggap sebagai patogen. Ciri-ciri morfologi sel, sangat kecil (0,3-0,5 mikrometer) sampai sel-sel bulat yang lebih besar (2,5 mikrometer) berpasangan, dalam massa, atau rantai, nonmotil, anaerobik. Ciri-ciri biokimiawi, merombak karbohidrat dan asam-asam lemak, habitat, saluran pernafasan dan saluran pencernaan manusia dan hewan. Parasitik.

Kelompok 12. Bakteri kemolitotrofik gram negatif
Ciri-ciri khusus yang umum dalam kelompok bakteri ini ialah kemampuannya menghasilkan energi dari oksidasi zat-zat kimia anorganik. Mereka disebut kemolitotrofik. Bakteri ini semuanya gram negatif, tetapi mnorfologinya beragam. Bentuk sel berbagai spesies dapat seperti batang, bola atau spiral. Beberapa motil dan yang lain nonmotil. Mereka terdapat dalam tanah dan lingkungan akuatik secara luas serta teramat penting karena melakukan perubahan-perubahan biokimiawi dalam lingkungan-lingkungan tersebut. Mereka tidak patogenik. Ciri-ciri autotrofik (energi diperoleh dari oksidasi senyawa-senyawa anorganik, misalnya amonia dan nitrit, belerang dan senyawa-senyawa belerang tereduksi, atau besi dan mangan). Morfologi sel, bulat, batang, spiral, membran berlapis banyak pada beberapa spesies; bakteri pengoksidasi belerang dapat menyimpan butir-butir belerang motil karena flagela atau nonmotil, gram negatif. Habitat, tanah, limbah, lingkungan akuatik; lingkungan-lingkungan alamiah yang banyak mengandung belerang, besi, atau mangan, misalnya air tambang asam dan sumber air panas belerang.

Kelompok 13. Bakteri penghasil metan (metanogenik)

Ciri pemersatu dalam kelompok ini ialah kemampuannya menghasilkan metan. Gas ini dibentuk dalam keadaan anaerobik. Dari segi morfologi, bakteri metanogenik ini sangat bermacam-macam. Tersebar luas di alam, dijumpai dalam lingkungan akuatik, terutama endapan berlumpur pada perairan alamiah dan pencerna limbah. Juga terdapat dalam jumlah besar dalam rumen hewan ternak. Ciri-ciri autotrofik atau heterottrofik, energi dihasilkan dari oksidasi hidrogen atau format atau asetat dengan pembentukan metan dan CO2, morfologi sel, bola, batang, spiral. Motil karena flagelankutub atau nonmotil. Gram positif atau gram negatif. Anaerobik. Beberapa spesies termofilik. Habitat, saluran gastrointestinal pada binatang, endapan pada lingkungan, dan limbah.

Kelompok 14. Kokus gram positif

Dalam kelompok ini terkumpul banyak spesies patogenik yang penting bagi manusia dan hewan. Semuanya berupa kokus gram positif, tetapi menunjukan perbedaan dalam penetaan sel-selnya. Pemeriksaan mikroskopik preparat gram dari spesimen klinis dapat berguna untuk identifikasi bakteri yang menjadi penyebab suatu infeksi. Patogen-patogen utama dalam kelompok ini ialah berbagai stafilokokus dan streptokokus. Banyak spesies adalah saprofit. Beberapa spesies penting dalam industri makanan dan persusuan. Ciri-ciri morfologi sel, kokus terdapat tunggal atau berpasangan, dalam rantai, paket, atau gerombol. Nonmotil. Gram positif. Anaerobik fakultatif atau mikroaerofilik. Hetetrofik, persyaratan nutrien berkisar luas. Habitat, tanah, air tawar; kulit dan selaput lendir pada binatang berdarah panas, termasuk manusia. Patogenisitas, beberapa spesies merupakan patogen penting pada hewan (termasuk manusia); banyak yang saprofitik.

Kelompok 15. Batang dan kokus pembentuk endosprora
Ciri pembeda yang meninjol pada bakteri ini ialah kemampuannya membentuk endospora. Kebanyakan spesies berbentuk batang. Beberapa spesies aerobik (genus Bacillus) dan yang lainnya anaerobik (genus clostrodium). Beberapa spesies menyebabkan infeksi pada manusia dan hewan, termasuk serangga. Ciri-ciri morfologi sel, batang, kecuali satu spesies mempunyai sel-sel bulat dan dalam bentuk paket. Motil karena flagela atau nonmotil. Reaksi gram, kebanyakan spesies gram-positif. Aerobik, anaerobik fakultatif, anaerobik, atau mikroaerofilik.
Endospora: dibentuk oleh semua spesies.
Habitat : tanah air, lingkungan aquatik, saluran pencernaan hewan (termasuk manusia)
Patogenisitas : beberapa patogen bagi hewan (termasuk manusia. Banyak peracunan makanan.

Kelompok 16. Bakteri batang gram positip tak membentuk spora

Kelompok ini hampir seluruhnya terdiri dari laktobasilius, yaitu berbentuk batang dak membentuk spora yang erat hubungannya dengan susu dan produk susu. Mereka mampu memfermentasi gula susu (laktose) menjadi asam ;laktat dan asam-asam lain. Dapat dijumpai dalam hewan yang melakukan fermentasi dan produk tumbuhan serta dalam rongga mulut, vagina dan saluran pencernaan manusia dan hewan. Mereka tidak dianggap patogenik.
Ciri-ciri terpilih
Morfologi sel : basilus terdapat tunggal atau dalam rantai
Nonmotil
Gram positif
Anaerobikatau anaerobik fakultatif
Ciri-ciri metabolik : asam laktat merupakan produk akhir yang khas dari fermentasi
Habitat : produk persusuan, produk-produk dari daging dan butiran (grain), air, limbah, serta produk fermentasi,; rongga mulut, vagina, serta saluran pencernaan makanan hewan (termasuk manusia).

Kelompok 17. Aktinomisetes dan organisme yang sekerabat

Kelompok bakteri ini besar lagi amat beragam. Ciri pemersatu ialah pleomorfisme sel-selnya dan kecenderungan membentuk filamen (hifa) bercsbsng. Pada beberapa kelompok taksonomi (famili) hifa-hifa itu bersatu membentuk miselium. Banyak spesies patogenik terdapat dalam kelompok ini, termasuk Corynebacterium diphteriae, mycobacterium tubercolosis, dan Actinomyces israelii. Yang terakhir ini adalah penyebab penyakit aktinomikosis pada manusia dan hewan-hewan lain.
Ciri-ciri terpilih
Ciri-ciri morfologi sel: sangat bergam dan pleomorfik, bentuk batang tak beraturan, filamen, dan filamen bercabang; struktur miselium. Nonmotil.gram positip. Aerobik, anaerobik, fakultatif, atau anaerobik.
Habitat: tanah, lingkungan akuatik, air dan binatang (termasuk manusia)
Patogenitas: banyak patogen penting bagi hewan (termasuk manusia) dan tumbuhan.

Kelompok 18. Priketsia
Priketsia termasuk bakteri yang paling kecil, ukuran berkisar dari 0,3-0,7 ohm (lebar) dan 1,0-2 ohm (panjang) riktesia termasuk gram negatif dan nonmotil. Ciri-ciri khususnya dalah obligat dan hubungannya dengan antropoda, penghisap darah seperti, caplak, kutu, dan tungau-tungau, parasit lainnya. Riketsia hanya tumbuh pada sel tubuh hdup lain dan serangga, mereka itu adalah parasit obligat intraseluler, riketsia adalah penyebab berbagai penyakit yaitu : demam typus, demam bercak rokimon montain.
Pada umumnya ditularkan pada penghisap darah, serangga yang terinfeksi, yang menghisap darah dari individu sehat, menjangkiti individu tersebut secara langsung dengan bagian mulutnya sewaktu menembus kulit atau lewat kotorannya yang masuk melalui lapisan kuliat yang robek.
Ciri-ciri terpilih
Morfologi sel : batang pendek atau lonjong, sering kali pleomorfik, beberapa berbentuk tubuh kokoit atau tubuh erlementer, yang berkembang menjadi tubuh yang lebih berkembang dari daur hidup yang khas. Termasuk gram negatif dan nonmotil
Parasit obligat intraseluler atau (kultifasi labolatoris dalam sisitem kultur jaringan atau hewan)
Habitat: serangga pembawa, burung, dan mamalia(termasuk manusia)
Patonesitas: banyak patogen penting pada manusia dan hewan

Kelompok 19. Mikoplasma
Ciri khusus mikoplasma ialah tidak adanya dindingsel sejati. Sel-selnya dibungkus oleh suatu membran, tetapi membran ini tidak mengandung satuan struktural yaitu asm muramat dan asam diaminopimelat yang terdapat dalam dinding sel lainnya yang memberikan kekekuan dari dinding sel. Ukuran sel berukuran antara bola sangat kecil(125-150 nm) atau benda agak lonjong sampai kepada mikropilamen ramping dengan panjang antara sampai 100 mm. Mereka sangat pleomorfik.
Ciri-ciri terpilih
Morfologi sel: tidak ada dinding sel sejati, kandungan sel terbungkus oleh membran sel berlapis tiga yang tak kaku. Bebrapa sel sangat kecil dan sangat pleomorfik. Biasanya nonmotil, termsuk gram negatif dan bersifat anaeorobik fakultatif.
Habitat: selaput lendir, saluran pernafasan, dan saluran alat kelmin bawah.
Patogenisitas : parasit dan patogen pada banyak mamlia dan burung, beberapa mungkin termasuk pada tumbuhan.

Senin, 13 Oktober 2014

Air dalam dunia tumbuhan

Air
ciri-ciri :
  • Ait tidak berwarna
  • Pelarut universal
  • Media Pereaksi (memiliki sumber hidrogen, bisa menghubungkan 1 reaksi dengan reaksi lain)
  • penstabil Suhu 
Jenis Air
  • Air tanah Gravitasi (jatuh jauh kedalam tanah)
  •  Air tanah higrokopis (terikat dengan sel tanah
  • Air kapiler (air yang menempati tempat kosong tanah)
  • Air kimia (terikat pada zat kimia dalam tanah)
cara air masuk ke tanah : 1. tidak membutuhkan energi
                                         2. membutuhkan energi
berdasarkan bentuknya : 1. difusi
                                        2. osmosis
                                        3. imbibisi
Teori pergerakan air: tekanan akar, kalaritas, benang air, kohesi, daya isap daun
Cara air hilang
  1. Uap air (transpirasi
  2. Cairan  (gutasi)
  3. Sekresi
  4. bleeding
Faktor yang mempengaruhi laju transpirasi
  1. eksternal : suhu, cahaya, Tekanan udara, desakan air dari akar, kecepatan angin
  2. Internal  : frekuensi stomata, lebar sempit celah stomata