Klasifikasi
Mikroorganisme (Bakteri)
Ciri-ciri
bakteri
·
mikroorganisme uniseluler prokariotik
·
Organisme uniselluler
·
Umumnya tidak memiliki klorofil
·
ukuran tubuh rata-rata 1 s/d 5 mikron
·
Hidup bebas atau parasit
·
hidupnya kosmopolit
·
Soliter
·
Dinding sel tersusun dari senyawa hemiselulosa(C22H56O76),
peptidoglikan
·
Pigmen pada alga hijau biru : Crizopyta dan
betakaroten(merah)
·
Perkembangbiakan dengan spora dan membelah diri
·
Tempat hidup : metanogenik, halogenik, asidofil, thermofil
Berikut ini akan diutarakan ciri-ciri pengenal yang utama
untuk setiap kelompok bakteri sebagaimana diatur dalam Berge’s Manual.
Kelompok 1. Bakteri fototrofik
Bakteri fototrofik ialah organisme yang berbeda secara morfologis dan semuanya
mengandung pigmen seperti klorofil, yakni bakterioklorofil. Jasad renik ini
melakukan fotosintesis. Pada bakteri, donor elektronnya bukan air. Mereka lebih
banyak terdapat di lingkungan akuatik. Bentuk sel bulat, batang, vibrio, atau
spiral. Perkembangan dengan pembelahan biner. Bergerak dengan flagela atau
nonmotil. Fotosintetik, proses terjadi dalam keadaan anaerobiotik, dan tidak
terbentuk oksigen. Bakterioklorofil, suatu pigmen fotosintetik, terdapat dalam
semua sel. Berpigmen ungu-lembayung, ungu, merah, coklat-jingga, hijau.
Kelompok 2. Bakteri luncur
Kelompok ini diwakili oleh beberapa tipe morfologi yang tidak umum. Satu macam,
Myxobacteriales, juga dinamakan miksobakter, menghasilkan apa yang disebut
tubuh buah (struktur yang membentuk spora) terdiri dari lendir dan sel. Tubuh
buah ini seringkali berwarna cerah dan dapat tumbuh sampai mencapai dimensi
makroskopik. Sel-sel individu dapat meluncur pada permukaan padat tetapi tidak
mempunyai flagela. Mekanisme yang menghasilkan gerak ini belum diketahui.
Bentuk sel batang, bola, atau filamen. Gram negatif. Motil karena gerak luncur
perlahan pada permukaan ; tak ada organel lokomotor. Sel-sel dapat terbenam
dalam lendir. Beberapa membentuk tubuh buah. Habitat tanah, bahan tumbuhan
membusuk, lingkungan akuatik.
Kelompok 3. Bakteri berselongsong
Kelompok in bercirikan sel-sel berbentuk batang yang dikelilingi selongsong,
sehingga sel-sel individu tampaknya terkemas dalam tabung. Bahan yang menjadi
selongsong itu berbeda-beda diantara spesies. Bakteri ini terdapat dalam air,
limbah, dan air buangan industri. Sebagaimana bakteri hancur, banyak yang belum
diketahui tentang organisme ini. Ciri-cirinya sel terbungkus dalam selongsong
yang terbuat dari deposit senyawa-senyawa besi dan mangan yang tak larut.
Bentuk sel batang atau seperti filamen. Motil karena flagela atau nonmotil.
Beberapa membentuk pelekap (dasar penghisap) yang dipergunakan untuk
menempelkan diri pada permukaan. Gram negatif. Habitat lingkungan akuatik,
lumpur.
Kelompok 4. Bakteri kuncup dan atau bakteri berapendiks
Bakteri dalam kelompok ini mempunyai beberapa ciri struktur yang khas. Beberapa
membentuk tonjolan berbentuk filamen yang disebut prosteka dari tubuh selnya.
Perbanyakan dengan tunas (kuncup) terjadi pada ujung-ujung beberapa prosteka.
Bakteri lain dalam kelompok ini membentuk pelekap. Struktur ini muncul pada
satu ujung sel dan terdiri dari bahan dinding sel dan membran dengan bahan
adhesif pada ujungnya. Alat ini memungkinkan bakteri ini melengketkan dirinya
pada permukaan. Ciri-cirinya sel dengan prosteka atau pelekap. Perbanyakan
dengan berkuncup dan membelah. Beberapa spesies motil karena flagela kutub,
spesies lain nonmotil. Bentuk sel bola, oval, ginjal, batang dengan ujung
meruncing ; beberapa menunjukan pertumbuhan seperti hifa (filamen). Habitat
tanah, lingkungan akuatik.
Kelompok 5. Spiroket
Bakteri ini bercirikan sel-sel langsing, lentur, terpilin-pilin. Berbagai
spesies mempunyai ukuran panjang yang berkisar antara 3 sampai 500 mikrometer.
Dapat bergerak dengan berbagai cara. Beberapa adalah saprofit dan yang lain
parasit. Penyebab penyakit sifilis. Treponema pillidium, termasuk kelompok ini.
Treponema pallidium adalah parasit obligat yang hanya tumbuh pada jaringan
hidup. Ciri-cirinya dinding sel lentur (tidak kaku). Morfologi sel langsing,
terpilin (spiral) ; ukuran, berbentuk ujung dan derajat pilinnya merupakan ciri
pembeda. Perbanyakan dengan pembelahan melintang. Motil karena rotasi cepat
sepanjang sumbu panjang spiralnya ataupun karena lenturan sel-selnya ; gerak
obeng. Banyak spesies gram negatif. Habitat tanah dan lingkungan akuatik ;
setiap jaringan atau organ vaskular pada tubuh, termasuk daerah genital (alat
kelamin) dan sistem saraf pusat pada manusia dan binatang lain. Patogenesitas
beberapa spesies patogenik terhadap manusia dan binatang lain.
Kelompok 6. Bakteri spiral dan lengkung
Bakteri ini, sebagaimana spiroket, terpilin-pilin, tetapi tidak lentur
melainkan kaku. Beberapa spesies, vibrio, mempunyai bentuk seperti koma.
Beberapa hidup bebas dalam lingkungan akuatik. Yang lainnya saprofit atau
parasit. Campylobacter fetus, satu spesies dalam kelompok ini, adalah penyebab
keguguran pada hewan ternak atau hewan lain dan dapat pula menjangkiti manusia.
Ciri-cirinya adalah dinding sel kaku, bentuk sel batang terpilin-pilin,
beberapa dengan satu atau lebih putaran lengkap. Motil karena flagela. Gram
negatif. Habitat lingkungan akuatik, organ-organ reproduktif, saluran pencernaan,
dan rongga mulut hewan (termasuk manusia). Patogenesitas, beberapa spesies
patogenik bagi binatang (termasuk manusia).
Kelompok 7. Batang dan kokus aerobik gram negatif
Kelompok ini terdiri dari banyak sekali bakteri yang serupa dalam morfologi dan
dalam reaksi gram serta aerobik namun sangat berlainan dalam ciri-ciri
metaboliknya. Dari segi morfologi, mereka dapat dianggap mewakili sel-bakteri
yang khas ; yaitu sel-selnya tampak satu-satu dan berdimensi sekitar 0,5-1 x
1,5-4, 0 mikrometer. Karena banyak spesies dalam kelompok ini morfologinya
demikian serupa, maka perlu digunakan sifat-sifat biokimiawi untuk
pembendaannya.
Beberapa spesies bersifat patogenik. Secara Brucella menyebabkan keguguran pada
hewan dan dapat juga menginfeksi manusia. Francisella tularensis, penyebab
penyakit tularemia (demam kelinci) termasuk kelompok ini. Tularemia, terutama
merupakan penyakit pada binatang pengerat (roden), dapat ditularkan pada
manusia dari kelinci, msalnya jika darah kelinci masuk ke dalam luka iris atau luka
gores. Ciri-ciri morfologi sel berbentuk batang, lonjong, bola, dimensi khas
untuk bakteri, yaitu 0,5-1,0 mikrometer. Motil karena flagela atau nonmotil.
Aerobik. Gram negatif. Ciri-ciri metabolik khusus pada berbagai spesies,
beberapa dapat menambat nitrogen dari udara ; beberapa dapat mengoksidasi
senyawa-senyawa berkarbon satu, misalnya metan atau metanol ; beberapa dapat
menghancurkan berbagai macam senyawa. Habitat tanah dan lingkungan akuatik, air
asin. Patogenesitas, beberapa spesies patogenik bagi manusia dan binatang lain.
Kelompok 8. Batang anaerobik fakultatif gram negatif
Banyak di antara bakteri yang sangat umum termasuk ke dalam kelompok yang
secara fisiologis sangat berlainan ini. Karena banyak benar di antara spesies
di dalam kelompok ini serupa morfologinya, maka perlu digunakan banyak sekali
uji tambahan (biokimia, fisiologi, dan atau serologi) untuk mengidentifikasi
spesies. Banyak skema uji laboratorium yang seteliti-telitinya secara khusus
dikembangkan untuk mencirikan dan mengidentifikasi bakteri dalam kelompok ini.
Salah satu spesies bakteri yang diteliti secara teramat luas ialah Escherichia
coli, anggota kelompok. Bakteri ini, karena merupakan penghuni normal dalam
saluran pencernaan manusia dan hewan, maka digunakan secara luas sebagai
indikator pencemaran.
Bakteri dalam kelompok ini juga mengakibatkan banyak infeksi pada saluran
pencernaan makanan (enterik) manusia dan hewan, juga penyebab penyakit pada
beberapa tanaman. Beberapa contoh ialah Shigella spp. yang menyebabkan disentri
; Salmonella spp. yang menyebabkan demam tifoid dan infeksi-infeksi enterik
lainnya ; Yersinia pestis, yang menyebabkan pes ; dan Vibrio cholerae penyebab
penyakit kolera. Spesies dari genus Erwinia menyebabkan banyak penyakit
tumbuhan. Ciri-cirinya, morfologi sel batang pendek (0,5-1,0 x 1,0-3,0
nanometer), banyak sekali kesamaan morfologi pada sel-sel di antara taksa.
Motil, sel-selnya peritrikus (yakni flagela secara merata tersebar di seluruh
permukaan sel) atau nonmotil. Ciri-ciri biokimiawi banyak sekali terjadi
perubahan pada substrat, dan keterangan ini memberikan cara-cara dasar untuk
pembedaan dan identifikasi spesies. Anaerobik fakultatif. Gram negatif. Habitat
lingkungan akuatik, tanah, makanan, air seni, tinja. Patogenesitas, banyak
spesies patogenik bagi manusia dan hewan ; beberapa patogenik bagi tumbuhan.
Kelompok 9. Batang gram negatif anaerobik
Sel-sel bakteri dalam kelompok ini rupa-rupanya muncul dalam banyak bentuk
(pleomorfik). Juga mereka itu anaerob obligat. Berbagai spesies diisolasi dari
pelbagai sumber, misalnya rongga mulut manusia, saluran pencernaan makanan
(mereka di sini predominan) dan tinja manusia serta hewan, rumen (ruang dalam
perut) hewan ternak biri-biri, juga dalam jaringan terinfeksi. Bakteri-bakteri
ini, sebagai kelompok, belum dicirikan secara terperinci seperti halnya
kelompok-kelompok lain. Data biokimiawi yang luas mengenai suatu biakan
diperlukan untuk mengidentifikasi spesies yang tergolong kelompok ini.
Ciri-cirinya, morfologi bentuk batang, lurus atau lengkung, memperlihatkan
banyak sekali pleomorfisme (adanya berbagai bentuk dalam spesies yang sama).
Motilitas, sel-selnya peritrikus atau monotrikus (satu flagelum) ; beberapa
spesies nonmotil. Ciri-ciri biokimiawi banyak sekali produk dihasilkan dari
fermentasi gllukose. Anaerob obligat, beberapa spesies sangat peka terhadap
oksigen bebas. Habitat rongga-rongga alamiah pada manusia dan hewan ; juga
saluran pencernaan serangga. Patogenesitas, beberapa spesies patogenik bagi
manusia dan hewan lain.
Kelompok 10. Kokobasilus dan kokus gram negatif
Kelompok ini relatif kecil, dengan dua spesies patogenik yang umum, yaitu
Neisseria gonorrhoeae, penyebab penyakit gonorea, dan Neisseria meningitidis
penyebab penyakit meningitis (radang selaput otak). Reaksi gram dan morfologi
sel merupakan ciri-ciri penting untuk mengidentifikasi bakteri-bakteri ini.
Sebagai contoh, jika preparat gram yang dibuat dari kotoran saluran kemih
menampakkan diplokokus gram negatif, maka hal ini merupakan bukti yang baik
adanya infeksi oleh gonokokus. Genus lain dalam kelompok ini, Moraxella,
dikaitkan dengan infeksi mata. Beberapa spesies adalah saprofit dan yang lain
parasit. Ciri-ciri morfologi sel, kokus, berpasangan (diplokokus) dan dalam
masa ; beberapa kokobasili (batang-batang pendek), terdapat tunggal dan
berpasangan. Nonmotil, gram negatif, aerobik. Ciri-ciri biokimiawi, kemampuan
yang terbatas untuk merombak berbagai senyawa (karbohidrat, protein, dan
sebagainya). Habitat, pada selaput lendir manusia dan hewan. Patogenesis,
beberapa spesies patogenik untuk manusia, terutama Neisseria gonorrhoeae dan
Neisseria meningitidis.
Kelompok 11. Kokus anaerobik gram negatif
Kelompok bakteri ini memperlihatkan banyak keragaman dalam hal ukuran. Diameter
sel untuk berbagi spesies berkisar antara 0,3 sampai 2,5 mikrometer. Dianggap
sebagai parasit pada manusia dan hewan, di situ terdapat dalam jumlah besar
pada saluran-saluran pernafasan dan pencernaan makanan. Penetapan spesies di
dalam kelompok ini terutama didasarkan pada ciri-ciri biokimiawi biakan.
Bakteri-bakteri ini tidak dianggap sebagai patogen. Ciri-ciri morfologi sel,
sangat kecil (0,3-0,5 mikrometer) sampai sel-sel bulat yang lebih besar (2,5
mikrometer) berpasangan, dalam massa, atau rantai, nonmotil, anaerobik.
Ciri-ciri biokimiawi, merombak karbohidrat dan asam-asam lemak, habitat,
saluran pernafasan dan saluran pencernaan manusia dan hewan. Parasitik.
Kelompok 12. Bakteri kemolitotrofik gram negatif
Ciri-ciri khusus yang umum dalam kelompok bakteri ini ialah kemampuannya
menghasilkan energi dari oksidasi zat-zat kimia anorganik. Mereka disebut
kemolitotrofik. Bakteri ini semuanya gram negatif, tetapi mnorfologinya
beragam. Bentuk sel berbagai spesies dapat seperti batang, bola atau spiral.
Beberapa motil dan yang lain nonmotil. Mereka terdapat dalam tanah dan
lingkungan akuatik secara luas serta teramat penting karena melakukan
perubahan-perubahan biokimiawi dalam lingkungan-lingkungan tersebut. Mereka
tidak patogenik. Ciri-ciri autotrofik (energi diperoleh dari oksidasi
senyawa-senyawa anorganik, misalnya amonia dan nitrit, belerang dan
senyawa-senyawa belerang tereduksi, atau besi dan mangan). Morfologi sel,
bulat, batang, spiral, membran berlapis banyak pada beberapa spesies; bakteri
pengoksidasi belerang dapat menyimpan butir-butir belerang motil karena flagela
atau nonmotil, gram negatif. Habitat, tanah, limbah, lingkungan akuatik;
lingkungan-lingkungan alamiah yang banyak mengandung belerang, besi, atau
mangan, misalnya air tambang asam dan sumber air panas belerang.
Kelompok 13. Bakteri penghasil metan (metanogenik)
Ciri pemersatu dalam kelompok ini ialah kemampuannya menghasilkan metan. Gas
ini dibentuk dalam keadaan anaerobik. Dari segi morfologi, bakteri metanogenik
ini sangat bermacam-macam. Tersebar luas di alam, dijumpai dalam lingkungan
akuatik, terutama endapan berlumpur pada perairan alamiah dan pencerna limbah.
Juga terdapat dalam jumlah besar dalam rumen hewan ternak. Ciri-ciri autotrofik
atau heterottrofik, energi dihasilkan dari oksidasi hidrogen atau format atau asetat
dengan pembentukan metan dan CO2, morfologi sel, bola, batang, spiral. Motil
karena flagelankutub atau nonmotil. Gram positif atau gram negatif. Anaerobik.
Beberapa spesies termofilik. Habitat, saluran gastrointestinal pada binatang,
endapan pada lingkungan, dan limbah.
Kelompok 14. Kokus gram positif
Dalam kelompok ini terkumpul banyak spesies patogenik yang penting bagi manusia
dan hewan. Semuanya berupa kokus gram positif, tetapi menunjukan perbedaan
dalam penetaan sel-selnya. Pemeriksaan mikroskopik preparat gram dari spesimen
klinis dapat berguna untuk identifikasi bakteri yang menjadi penyebab suatu
infeksi. Patogen-patogen utama dalam kelompok ini ialah berbagai stafilokokus
dan streptokokus. Banyak spesies adalah saprofit. Beberapa spesies penting
dalam industri makanan dan persusuan. Ciri-ciri morfologi sel, kokus terdapat
tunggal atau berpasangan, dalam rantai, paket, atau gerombol. Nonmotil. Gram
positif. Anaerobik fakultatif atau mikroaerofilik. Hetetrofik, persyaratan
nutrien berkisar luas. Habitat, tanah, air tawar; kulit dan selaput lendir pada
binatang berdarah panas, termasuk manusia. Patogenisitas, beberapa spesies
merupakan patogen penting pada hewan (termasuk manusia); banyak yang
saprofitik.
Kelompok 15. Batang dan kokus pembentuk endosprora
Ciri pembeda yang meninjol pada bakteri ini ialah kemampuannya membentuk
endospora. Kebanyakan spesies berbentuk batang. Beberapa spesies aerobik (genus
Bacillus) dan yang lainnya anaerobik (genus clostrodium). Beberapa spesies
menyebabkan infeksi pada manusia dan hewan, termasuk serangga. Ciri-ciri
morfologi sel, batang, kecuali satu spesies mempunyai sel-sel bulat dan dalam
bentuk paket. Motil karena flagela atau nonmotil. Reaksi gram, kebanyakan
spesies gram-positif. Aerobik, anaerobik fakultatif, anaerobik, atau
mikroaerofilik.
Endospora: dibentuk oleh semua spesies.
Habitat : tanah air, lingkungan aquatik, saluran pencernaan hewan (termasuk
manusia)
Patogenisitas : beberapa patogen bagi hewan (termasuk manusia. Banyak peracunan
makanan.
Kelompok 16. Bakteri batang gram positip tak membentuk spora
Kelompok ini hampir seluruhnya terdiri dari laktobasilius, yaitu berbentuk
batang dak membentuk spora yang erat hubungannya dengan susu dan produk susu.
Mereka mampu memfermentasi gula susu (laktose) menjadi asam ;laktat dan
asam-asam lain. Dapat dijumpai dalam hewan yang melakukan fermentasi dan produk
tumbuhan serta dalam rongga mulut, vagina dan saluran pencernaan manusia dan
hewan. Mereka tidak dianggap patogenik.
Ciri-ciri terpilih
Morfologi sel : basilus terdapat tunggal atau dalam rantai
Nonmotil
Gram positif
Anaerobikatau anaerobik fakultatif
Ciri-ciri metabolik : asam laktat merupakan produk akhir yang khas dari
fermentasi
Habitat : produk persusuan, produk-produk dari daging dan butiran (grain), air,
limbah, serta produk fermentasi,; rongga mulut, vagina, serta saluran
pencernaan makanan hewan (termasuk manusia).
Kelompok 17. Aktinomisetes dan organisme yang sekerabat
Kelompok bakteri ini besar lagi amat beragam. Ciri pemersatu ialah pleomorfisme
sel-selnya dan kecenderungan membentuk filamen (hifa) bercsbsng. Pada beberapa
kelompok taksonomi (famili) hifa-hifa itu bersatu membentuk miselium. Banyak
spesies patogenik terdapat dalam kelompok ini, termasuk Corynebacterium
diphteriae, mycobacterium tubercolosis, dan Actinomyces israelii. Yang terakhir
ini adalah penyebab penyakit aktinomikosis pada manusia dan hewan-hewan lain.
Ciri-ciri terpilih
Ciri-ciri morfologi sel: sangat bergam dan pleomorfik, bentuk batang tak
beraturan, filamen, dan filamen bercabang; struktur miselium. Nonmotil.gram
positip. Aerobik, anaerobik, fakultatif, atau anaerobik.
Habitat: tanah, lingkungan akuatik, air dan binatang (termasuk manusia)
Patogenitas: banyak patogen penting bagi hewan (termasuk manusia) dan tumbuhan.
Kelompok 18. Priketsia
Priketsia termasuk bakteri yang paling kecil, ukuran berkisar dari 0,3-0,7 ohm
(lebar) dan 1,0-2 ohm (panjang) riktesia termasuk gram negatif dan nonmotil.
Ciri-ciri khususnya dalah obligat dan hubungannya dengan antropoda, penghisap
darah seperti, caplak, kutu, dan tungau-tungau, parasit lainnya. Riketsia hanya
tumbuh pada sel tubuh hdup lain dan serangga, mereka itu adalah parasit obligat
intraseluler, riketsia adalah penyebab berbagai penyakit yaitu : demam typus,
demam bercak rokimon montain.
Pada umumnya ditularkan pada penghisap darah, serangga yang terinfeksi, yang
menghisap darah dari individu sehat, menjangkiti individu tersebut secara
langsung dengan bagian mulutnya sewaktu menembus kulit atau lewat kotorannya
yang masuk melalui lapisan kuliat yang robek.
Ciri-ciri terpilih
Morfologi sel : batang pendek atau lonjong, sering kali pleomorfik, beberapa
berbentuk tubuh kokoit atau tubuh erlementer, yang berkembang menjadi tubuh
yang lebih berkembang dari daur hidup yang khas. Termasuk gram negatif dan
nonmotil
Parasit obligat intraseluler atau (kultifasi labolatoris dalam sisitem kultur
jaringan atau hewan)
Habitat: serangga pembawa, burung, dan mamalia(termasuk manusia)
Patonesitas: banyak patogen penting pada manusia dan hewan
Kelompok 19. Mikoplasma
Ciri khusus mikoplasma ialah tidak adanya dindingsel sejati. Sel-selnya
dibungkus oleh suatu membran, tetapi membran ini tidak mengandung satuan
struktural yaitu asm muramat dan asam diaminopimelat yang terdapat dalam
dinding sel lainnya yang memberikan kekekuan dari dinding sel. Ukuran sel
berukuran antara bola sangat kecil(125-150 nm) atau benda agak lonjong sampai
kepada mikropilamen ramping dengan panjang antara sampai 100 mm. Mereka sangat
pleomorfik.
Ciri-ciri terpilih
Morfologi sel: tidak ada dinding sel sejati, kandungan sel terbungkus oleh
membran sel berlapis tiga yang tak kaku. Bebrapa sel sangat kecil dan sangat
pleomorfik. Biasanya nonmotil, termsuk gram negatif dan bersifat anaeorobik
fakultatif.
Habitat: selaput lendir, saluran pernafasan, dan saluran alat kelmin bawah.
Patogenisitas : parasit dan patogen pada banyak mamlia dan burung, beberapa
mungkin termasuk pada tumbuhan.