Minggu, 18 Januari 2015

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk hidup

tujuan : untuk mempermudah dalam mempelajari
tata cara penulisan ilmiah
1. Berbahasa ilmiah
2. Ditulis dengan cetak miring atau garis bawah
3. Terdiri dari 2 kata ( kata pertama diawali dengan huruf kapital, kata kedua dengan huruf kecil
4. Kata pertama menunjukkan genus, kata kedua menunjukkan spesies

pengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom pertama kali dikemukakan oleh whittaker pada tahun 1969 yaitu meliputi monera, protista, fungi, plantae, dan animalia
a. Monera.
Monera meliputi makhluk hidup yang sangat sederhana, uniseluler, tidak memiliki membran inti, berkembangbiak dengan membelah diri, alat gerak berupa flagel contoh : bakteri
b. Protista
 contoh : amoeba
c. fungi
d. plantae
e. Animalia

Jumat, 09 Januari 2015

Pewarnaan Bakteri



Bakteri Bacillus licheniformis  bersifat gram positif.
Bakteri Aquaspirillum serpens bersifat gram negatif
Pewarnaan Bakteri
Macam-macam pewarnaan bakteri
1. Pewarnaan negative
            Bakteri tidak diwarnai tapi mewarnai latar belakang
            Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarna seperti spirochaet
2. Pewarnaan sederhana
            Menggunakan satu macam zat warna (biru methilen atau air fukhsin)
            Bertujuan hanya untuk melihat bentuk sel.
3. Pewarnaan differensial
            Menggunakan lebih dari satu macam zat warna
            Tujuan untuk membedakan antar bakteri contoh pewarnaan gram, perwarnaan bakteri tahan asam.
4. Pewarnaan khusus
            Untuk mewarnai struktur khusus / tertentu dari bakteri menjadi kapsul dan spora. Serta flagell.
Pewarnaan Bakteri
. Pewarnaan Langsung
            Cara Kerja :
      Teteskan biakan bakteri motil seperti Bacillus atau E.coli ke object glass (sebaiknya dari biakan cair). Jika digunakan biakan padat maka ulas dengan jarum inokulum lalu ditambah akuades satu tetes, ratakan. Tutup dengan cover glass. Amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran maksimal. Bakteri akan tampak transparan dan pola pergerakannya tidak beraturan. Hati-hati jangan salah membedakan antara sel yang bergerak sendiri karena flagel atau bergerak terkena aliran air.
Pewarnaan tidak langsung 
            Cara Kerja :
      Tanam biakan pada media NA tegak atau Media Motilitas dengan cara tusuk (Stab  inoculation) sedalam + 5 mm.Inkubasi pada suhu 370 C selama 1x 24 jam, Hasil positif (motil) jika bakteri tumbuh pada seluruh permukaan media, hasil negatif menunjukan bakteri hanya tumbuh pada daerah tusukan saja.
Pewarnaan gram positif dan gram negative
Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap. Yaitu
a.Pemberian cat warna utama (cairan Kristal violet) berwarna ungu
b.Pengintensifan cat warna dengan penambahan larutan mordan
c.Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alcohol asam
d.Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin
Ciri bakteri gram positif
Memiliki cytoplasmic lipid membrane
*Memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal
*Terdapat asam teichoic dan lipoid yang membentuk lapisan asam lipoteichoic yang berguna untuk chelating agen dan untuk adhesi tipe tertentu.
*Beberapa spesies memiliki kapsul polisakarida
*Beberapa spesies memiliki flagellum
*Jika terdapat akan diperkuat oleh 2 cincin, berbeda dengan bakteri gram negative yang flagellumnya diperkuat oleh 4 cincin.
       
Ciri bakteri gram negative
*Memiliki Cytoplasmic membrane
*Lapisan peptidoglikan tipis
*Memiliki membran tambahan diluar lapisan peptidoglikan yang dipisahakan oleh spasium periplasmik.
*Membran luar terdiri atas Lipopolisakarida (LPS) yang tersusun oleh lipid A, inti polisakarida, antigen O
*Terdapat porin di membran luar sebagai pori-pori untuk molekul tertentu.
*Memiliki S-layer (Surface layer) yang melekat langsung pada membran luar.
*Jika memiliki flagella, maka akan disokong oleh 4 buah cincin.
*Tidak memiliki asam teichoic ataupun asam lipoteichoic.
*Lipoprotein merekat pada polisakarida Pemeriksaan Bakteri
Urut-urutan pemeriksaan bakteri seperti berikut :
1.     Reaksi terhadap pewarnaan dan morfologi bakteri.
2.     Sifat-sifat pertumbuhan (media) dan morfologi koloni.
3.     Pengujian sifat-sifat fisiologis/reaksi biokimia dan gerak.
4.     Reaksi aglutinasi dan presipitasi.
5.     Pathogenitet hewan percobaan.
6.     Test kulit.
7.     Serologi (reaksi pengikat komplemen).


Peranan Jamur Sebagai Pengendali hayati Serangga hama



Peranan Jamur Sebagai Pengendali hayati Serangga hama
ü  Pengendalian hama secara kimiawi banyak menimbulkan masalah, antara lain: akumulasi residu pestisida
ü  Pengendalian hama secara biologi relatif tidak menimbulkan masalah selain menggunakan serangga predator, dapat menggunakan: jamur.
Jamur dapat dikatakan lebih potensial daripada serangga predator karena,
1.      Mempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi
2.      Mempunyai generation time pendek
3.      Mempunyai aktivitas yang spesifik, hanya menyerang inang tertentu.
4.      Mempunyai fase istirahat yang dapat dipertahankan selama belum ada inang yang sesuai
Adapun kelemahan jamur sebagai pengendali hayati serangga hama:
1.      Jamur mungkin tidak membunuh, tetapi hanya merusak inang saja.
2.      Jamur lebih banyak mengurangi jumlah inang daripada menghilangkan inang.
3.      Jamur mungkin mengurangi dan menghilangkan inang dengan perlahan-lahan
Serangan jamur terhadap serangga pada umumnya dalam stadia: Larva dan Pupa
Cara Masuk Jamur Ke Dalam Tubuh Serangga :
1.      Melalui saluran pernafasan
Serangga bernafas dengan trakhea.
Trakhea mempunyai muara pada permukaan tubuh serangga yaitu: spirakel atau stigma

2.      Melalui saluran pencernaan
Cara Masuk Spora Melalui Saluran Pernafasan Serangga: mula-mula spora kapang melekat pada stigma, lalu spora mulai berkecambah, lalu tumbuh hifa dan masuk ke trakea, lalu terbentuk miselium, dan menghambat saluran pernafasan serangga, akhirnya serangga pun mati
Cara Masuk Spora Melalui Saluran Pencernaan Makanan Serangga : Serangga makan daun atau biji-bijian yang terkontaminasi oleh kapang , Spora-spora kapang berkecambah menjadi hifa dan miselium , Menyumbat saluran pencernaan makanan, lalu berakhir dengan kematian
Contoh kapang parasit pada serangga
1.      Spesies-spesies anggota genus Chytridiomycetes, yaitu: Coelomyces menyerang larva nyamuk dalam rongga coelom.
2.      Jamur membentuk “hyphal bodies” dalam darah inangnya membunuh inang.
3.      Serangan jamur pada serangga dewasa dilakukan oleh hifa yang tumbuh melalui sekat-sekat antar ruas tubuh inang.
4.      Entomophthora grylli menyerang belalang.
5.      E. grylli menyerang belalang, sebagian besar mati pada sore hari spora-spora disebarkan pada tiap saat dimana kelembaban udara cukup.
6.      Jamur Entomophtorales dapat tahan hidup di luar inang yang telah mati terbungkus miselium dalam bentuk sporangia istirahat
7.      Beauveria bassiana (Hyphomycetes) menyebabkan penyakit muscardine pada ulat sutera dengan ciri-ciri: larva mati dengan tubuh keras dengan selubung berwarna putih serupa “mumi putih” konidia putih tersebar di lingkungan dan mengkontaminasi larva lainnya.
8.      Metarhizium anisopliae (Hyphomycetes) telah dimanfaatkan sebagai insektisida dengan nama metaquino        untuk Ceropidae (Homoptera)           larva mengisap batang tebu.
9.      Verticillium lecanii (Hyphomycetes)         mengendalikan kutu pengisap (Homoptera: Aphididae), hama pada kedelai.
10.  Entomophthora musca parasit pada lalat rumah menyelubungi kutikula lalat yang telah mati    menyebarkan konidia ke lingkungan menginfeksi lalat lain.