Jumat, 09 Januari 2015

Peranan Jamur Sebagai Pengendali hayati Serangga hama



Peranan Jamur Sebagai Pengendali hayati Serangga hama
ü  Pengendalian hama secara kimiawi banyak menimbulkan masalah, antara lain: akumulasi residu pestisida
ü  Pengendalian hama secara biologi relatif tidak menimbulkan masalah selain menggunakan serangga predator, dapat menggunakan: jamur.
Jamur dapat dikatakan lebih potensial daripada serangga predator karena,
1.      Mempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi
2.      Mempunyai generation time pendek
3.      Mempunyai aktivitas yang spesifik, hanya menyerang inang tertentu.
4.      Mempunyai fase istirahat yang dapat dipertahankan selama belum ada inang yang sesuai
Adapun kelemahan jamur sebagai pengendali hayati serangga hama:
1.      Jamur mungkin tidak membunuh, tetapi hanya merusak inang saja.
2.      Jamur lebih banyak mengurangi jumlah inang daripada menghilangkan inang.
3.      Jamur mungkin mengurangi dan menghilangkan inang dengan perlahan-lahan
Serangan jamur terhadap serangga pada umumnya dalam stadia: Larva dan Pupa
Cara Masuk Jamur Ke Dalam Tubuh Serangga :
1.      Melalui saluran pernafasan
Serangga bernafas dengan trakhea.
Trakhea mempunyai muara pada permukaan tubuh serangga yaitu: spirakel atau stigma

2.      Melalui saluran pencernaan
Cara Masuk Spora Melalui Saluran Pernafasan Serangga: mula-mula spora kapang melekat pada stigma, lalu spora mulai berkecambah, lalu tumbuh hifa dan masuk ke trakea, lalu terbentuk miselium, dan menghambat saluran pernafasan serangga, akhirnya serangga pun mati
Cara Masuk Spora Melalui Saluran Pencernaan Makanan Serangga : Serangga makan daun atau biji-bijian yang terkontaminasi oleh kapang , Spora-spora kapang berkecambah menjadi hifa dan miselium , Menyumbat saluran pencernaan makanan, lalu berakhir dengan kematian
Contoh kapang parasit pada serangga
1.      Spesies-spesies anggota genus Chytridiomycetes, yaitu: Coelomyces menyerang larva nyamuk dalam rongga coelom.
2.      Jamur membentuk “hyphal bodies” dalam darah inangnya membunuh inang.
3.      Serangan jamur pada serangga dewasa dilakukan oleh hifa yang tumbuh melalui sekat-sekat antar ruas tubuh inang.
4.      Entomophthora grylli menyerang belalang.
5.      E. grylli menyerang belalang, sebagian besar mati pada sore hari spora-spora disebarkan pada tiap saat dimana kelembaban udara cukup.
6.      Jamur Entomophtorales dapat tahan hidup di luar inang yang telah mati terbungkus miselium dalam bentuk sporangia istirahat
7.      Beauveria bassiana (Hyphomycetes) menyebabkan penyakit muscardine pada ulat sutera dengan ciri-ciri: larva mati dengan tubuh keras dengan selubung berwarna putih serupa “mumi putih” konidia putih tersebar di lingkungan dan mengkontaminasi larva lainnya.
8.      Metarhizium anisopliae (Hyphomycetes) telah dimanfaatkan sebagai insektisida dengan nama metaquino        untuk Ceropidae (Homoptera)           larva mengisap batang tebu.
9.      Verticillium lecanii (Hyphomycetes)         mengendalikan kutu pengisap (Homoptera: Aphididae), hama pada kedelai.
10.  Entomophthora musca parasit pada lalat rumah menyelubungi kutikula lalat yang telah mati    menyebarkan konidia ke lingkungan menginfeksi lalat lain.       





Tidak ada komentar:

Posting Komentar